Salah satu alasan film seperti ini terasa relevan adalah karena krisis kepercayaan terhadap institusi hukum.
Banyak masyarakat merasa hukum tidak selalu berjalan adil.
Film ini mencoba memotret perasaan tersebut tanpa menyederhanakan masalah.
Alih-alih menyalahkan satu pihak, cerita justru memperlihatkan betapa kompleksnya sistem yang ada.
Dalam konteks ini, karakter Dipa menjadi simbol harapan: seseorang yang tetap mencoba melakukan hal benar, meskipun peluangnya kecil.


