Menariknya, kampanye film “Meja Tanpa Laci” juga menggunakan pendekatan yang tidak biasa: social experiment.
Salah satu konten yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi sehari-hari yang sering kita temui: interaksi antara warga dan aparat, serta bagaimana masyarakat bereaksi terhadap kejujuran.
Eksperimen sosial seperti ini terasa relevan dengan tema film.
Banyak orang sebenarnya ingin sistem yang bersih, tetapi dalam praktiknya kita sering kali justru ikut menormalisasi “jalan pintas”.
Konten tersebut memancing diskusi yang cukup menarik di media sosial:
- apakah masyarakat benar-benar siap dengan sistem yang jujur?
- atau justru kita sudah terlalu terbiasa dengan kompromi?
Dengan pendekatan ini, promosi film tidak sekadar membangun hype, tetapi juga membuka dialog publik.


